Politeknik Caltex Riau Gelar Workshop Vulnerability Assessment OpenVAS untuk Guru SMK di Pekanbaru
Kategori Lainnya
Berita Terbaru
Dosen Sistem Informasi Politeknik Caltex Riau Gelar Workshop Visualisasi Data untuk Tingkatkan Kompetensi Guru SMKN 7 Pekanbaru
1 day ago
PCR Dorong Daya Saing Global Lewat Pelatihan Writing IELTS Daring
1 day ago
Tingkatkan Literasi Visual, Dosen Politeknik Caltex Riau Latih Foto Jurnalistik Siswa MAN 2 Pekanbaru
2 days agoPekanbaru (15/11) — Tim dosen OSCN Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Caltex Riau kembali melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui kegiatan Workshop Vulnerability Assessment menggunakan OpenVAS bagi guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang tergabung dalam MGMP TIK Kota Pekanbaru. Kegiatan ini berlangsung di Laboratorium 329 Kampus Politeknik Caltex Riau dan diikuti oleh sekitar 30 peserta, termasuk guru yang berasal dari daerah terjauh, yakni Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.
Kegiatan PkM ini diketuai oleh Rahmat Suhatman dengan menghadirkan Muhammad Arif Fadhly Ridha sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, narasumber menekankan pentingnya pengenalan dan penerapan vulnerability assessment sebagai langkah awal dalam mengidentifikasi kerentanan sistem keamanan, khususnya pada lingkungan pendidikan. Pelaksanaan workshop ini turut didukung oleh tim anggota PkM, yaitu Muhammad Naufal Luthfi dan Thesa Nabila Balqis Pardede.
Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh pemahaman komprehensif mengenai konsep vulnerability assessment, pengenalan aplikasi OpenVAS sebagai perangkat open source, hingga pengaturan dasar dan lanjutan. Peserta juga dibekali praktik langsung mulai dari instalasi OpenVAS, konfigurasi sistem, proses pemindaian kerentanan, hingga analisis hasil scanning. Metode penyampaian dilakukan melalui ceramah, demonstrasi teknis, serta sesi praktik yang dipandu secara intensif oleh tim PkM.
Hasil evaluasi akhir menunjukkan dampak positif dari pelaksanaan workshop ini. Berdasarkan survei yang dilakukan, sebanyak 21,1 persen peserta menyatakan materi yang diberikan penting, sementara 78,9 persen lainnya menilai kemampuan melakukan vulnerability assessment sangat penting untuk diterapkan dalam mengidentifikasi kelemahan sistem pendidikan. Peserta menilai kompetensi ini mampu meningkatkan kepedulian guru terhadap aspek keamanan sistem yang digunakan di lingkungan sekolah.
Dengan tingginya antusiasme peserta, kegiatan PkM ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kompetensi guru SMK, khususnya pada bidang keamanan jaringan dan sistem. Selain itu, workshop ini juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kesadaran akan pentingnya menjaga keamanan sistem informasi dalam dunia pendidikan.